Langsung ke konten utama

Manfaat Puasa Bagi Diabetes

Puasa bagi umat islam merupakan rukun islam yang ketiga, hukum puasa adalah wajib bagi umat islam pada bulan Ramadhan. Berpuasa juga memimiliki banyak manfaat bagi kita, selain mendapatkan pahala dari Allah ta'ala juga baik untuk tubuh kita, apa lagi untuk yang menderita diabetes . Berikut ini manfaat yang akan di dapat saat berpuasa 1. Menstabilkan Kadar Gula Dalam Darah Ketiaka berpuasa pola makan akan terjaga asupan kalori akan relatif sama selama puasa   2. Mengurangi Kadar Kolestrol Melalui hasil peneliatan yang di lakukan oleh para ahli di American Hospital Dubai,Uni Emirat Ara,  ternyata puasa dapat menurunkan kolestrol jahat dalam tubuh (Low-density lipoprotein cholestrol/LDL). yang di buktikan dengan adanya penurunan kandungan trigliserida sekitar 15% dan kadar LDL sekitar 10,9% 3. Menurunkan Tekanan Darah Ketika kita berpuasa tubuh kita akan mengurangi hormon adrenalin yang menjadi penyebab naiknya tekanan darah pada tubuh kita  ...

Budi Daya Tanaman Jahe Di Dalam Polybag/Karung


Memilih tanaman budi- daya yang tepat memang sangat berpeng- aruh pada hasil dan keuntungan yang akan didapat, namun jika terlalu larut dalam
memilih komoditi/tanaman yang te- pat, bisa jadi keuntungan yang diharapkan akan terlewati karena musim. Hal ini terjadi akibat harga berkaitan
dengan musim panen, dimana musim yang kurang mendukung menyebabkan harga komoditi tertentu mencapai harga tinggi, dan sebaliknya saat
musim baik dan banyak orang berbudidaya biasanya hargapun juga turun hal ini sesuai dengan hukum ekonomi. Untuk mencegah hal itu terjadi,
maka kita tak perlu menunggu musim atau rame- rame menanam sebagaimana sifat latah sebagian besar petani kita, sehingga tidak lagi terjadi
“panen massal/over produksi”. Dengan demikian tak perlu terjadi fluktuasi harga yang berarti dikarenakan terlalu banyak stok dan menurunnya
jumlah permintaan.
Jahe Merah, tanaman ini tak terlalu sulit dalam berbudidayanya. Cukup di sela-sela tanaman pokok (sengon, kopi, atau tanaman buah-
buahan), ataupun lahan kosong di sekeliling rumah.
Sebelum memulai untuk menanam Jahe sebaiknya kalkulasi secara matang seberapa besar investasi yang di tanam untuk budidaya jahe agar
dapat mengetahui laba rugi setalah masa panen. Berikut adalah langkah-langkah praktis dalam membudidayakan Jahe Merah dalam karung atau
polybag
1. Menyiapkan media tanam
Media tanam yang dipakai adalah karung bekas atau polybag. Jika menggunakan karung, bisa menggunakan
karung bekas beras atau pakan ternak. Semakin besar ukuran karung, media pengisi juga semakin banyak, namun produktivitas Jahe Merah juga
akan semakin tinggi. Jika menggunakan polybag, gunakan polybag dengan ukuran minimal 40 x 50 cm.
Media pengisi karung atau polybag adalah tanah, pasir rambon dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2
Tanah
Tanah yang baik adalah tanah yang gembur dan subur. Gembur artinya remah dan komposisi
liat, pasir, dan debunya seimbang. Subur berarti banyak kandungan unsur haranya. Jika tanah yang
digunakan sudah subur dan gembur, sebenarnya tidak diperlukan penambahan bahan lain. Namun
karena jarang didapatkan tanah yang subur dan gembur, maka diperlukan penambahan bahan lain
seperti pasir dan pupuk.
Pasir
Pasir diperlukan jika tanah yang digunakan mengandung fraksi liat yang cukup tinggi. Pasir
yang digunakan adalah pasir ladu atau pasir yang bercampur dengan lumpur. Selain murah, pasir ini
juga masih mengandung bahan-bahan mineral endapan.
Pupuk Organik
Pupuk organik bisa menggunakan pupuk kandang, pupuk kompos atau bokashi (hasil fermentasi mikroorganisme). Meskipun menggunakan
pupuk kandang, akan lebih bagus jika pupuk kandang yang telah dihancurkan dan difermentasi sehingga lebih cepat diserap oleh akar tanaman.
Seluruh media tersebut dicampur merata sambil dibersihkan dari benda-benda yang mengganggu, misalnya plastik, batu atau benda lainnya.
Kemudian media pengisi dimasukkan ke dalam karung atau polybag yang telah disiapkan. Pengisian karung atau polybag cukup ¼ bagian saja,
karena selama pertumbuhan tanaman nanti, akan dilakukan penambahan pupuk organik.
2. Membibitkan Jahe
Persiapan bibitan Jahe
Syarat memilih bibit jahe yang baik untuk di tanam :
1. Berasal dari tanaman jahe yang sudah tua yang di tandai tajuk kering sekitar ber umur 9 sampai dengan 10 bulan.
2. Rimpang Jahe sudah melewati masa dormansi (1 -1,5 bulan) masih ssegar, tidak ada tanda bibit penyakit atau pembusukan.
3. Kulit rimpang tidak lecet atau memar akibat galian.
4. Pilih Rimpang yang besar dan subur.
5. Bibit berkualitas adalah bibit yang baik (tidak disimpan terlalu lama),
6. Memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh tinggi), dan mutu fisik. Mutu fisik adalah bibit bebas hama dan penyakit.
7. Rimpang untuk dijadikan benih, sebaiknya dipotong-potong dengan cuter steril atau di potes langsung, dengan menyisakan 2 - 3 bakal mata
tunas dengan bobot sekitar 25 - 60 g untuk jahe putih besar, 20 - 40 g untuk jahe putih kecil dan jahe merah.
8. Kebutuhan benih per ha untuk jahe putih besar (panen tua) membutuhkan benih 2 - 3 ton/ha dan 5 ton/ha untuk jahe putih besar panen muda.
Sedangkan jahe merah dan jahe emprit 1 – 1,5 ton.
Pengecambahan
Jika dikhawatirkan adanya serangan jamur, benih bisa direndam terlebih dahulu pada larutan fungisida
(misalnya Dithane M-45) selama 15 menit (untuk budidaya secara konvensional). Jika tidak, benih cukup
direndam atau dibasahi dengan air, kemudian diletakkan pada tampah atau nyiru, dan ditempatkan pada
tempat yang lembab agar berkecambah. Agar kelembaban terjaga, setiap hari benih harus dikontrol dan
dibasahi air jika terlalu kering. Benih akan mulai berkecambah setelah kira-kira 2 minggu.
Penyemaian
Salah satu cara penyemaian adalah menggunakan peti kayu dengan urutan kerja sebagai
berikut:
a. Pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis,
b. Beri abu gosok atau sekam padi, selanjutnya bakal bibit lagi beri abu gosok atau
sekam padi lagi seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam
padi.
c. Benih tersebut akan mulai tumbuh menjadi tanaman muda dalam waktu sekitar 2-4
minggu. Setelah tumbuh dengan ketinggian sekitar 10 cm (tumbuh 4 – 5 daun), bibit
dapat diambil/dipotong dari rimpangnya dan ditanam pada media polybag yang telah
disiapkan, Ukuran polybag untuk bibit adalah diameter 7 – 10 cm .
d. Rimpang yang tersisa bisa ditanam kembali pada pesemaian agar tumbuh bibit yang
lain. Satu buah rimpang bisa menumbuhkan sekitar 2-4 bibit.
e. Setelah ditanam, tanaman Jahe tersebut jangan langsung ditempatkan pada ruang yang terbuka
dengan sinar matahari langsung, melainkan harus diadaptasikan pada tempat yang memiliki
naungan terlebih dahulu hingga umur 1,5 - 2 bulan.
3. Menanam
Penanaman bibit Jahe pada karung atau polybag harus hati-hati. Buatlah lubang sebesar ukuran
polybag bibit, masukkan bibit Jahe bersama medianya ke dalam lubang tanam, kemudian tutup dengan
media disekitarnya dan padatkan sekedarnya saja. Setelah penanaman, media dan bibit harus disiram
dengan air bersih agar tanaman mendapatkan cukup air dan kontak dengan media.
4. Memelihara
Pemeliharaan tanaman Jahe dalam karung atau polybag cukup mudah. Pemeliharaan meliputi:
penyiraman, penyiangan dan penggemburan media, pemupukan, serta pengendalian hama dan
penyakit.
a. Penyiraman
Penyiraman dilakukan setiap hari, sebaiknya pada sore hari, terutama saat tidak ada
hujan. Beberapa petani menggabungkan budidaya Jahe Merah dengan budidaya ikan dalam
kolam, untuk memudahkan penyiraman dan mengantisipasi kebutuhan air saat musim kemarau.
Selain itu, air kolam diharapkan memberi unsur hara tambahan bagi tanaman. Penyiraman bisa
dihentikan saat tanaman Jahe mulai memasuki fase senecense (mengering) saat tua dan
mendekati panen.
b. Pemangkasan
Perlakuan Pemotongan batang jahe ketika umur 2 bulan, dilakukan untuk memacu pertumbuhan calon
tunas baru serta memperbanyak jumlah batang yang tumbuh seragam dalam 1 pot/polybag.
c. Penyiangan dan penggemburan
Rumput yang tumbuh pada media tanam perlu disiang agar tidak mengganggu pertumbuhan
tanaman, terutama pada sekitar 4 bulan pertama, di mana tanaman Jahe belum begitu rimbun. Beberapa
petani menambahkan mulsa jerami pada media tanam untuk menekan pertumbuhan gulma. Selain
penyiangan, media tanam juga perlu digemburkan dengan menggunakan cetok. Penggemburan
dimaksudkan untuk menyediakan media tumbuh yang baik bagi akar tanaman dan memperbaiki sirkulasi
udara dalam media.
d. Pemupukan dan Pembumbunan
Pemupukan dan pembumbunan dilakukan 2 bulan sekali seiring pertumbuhan tanaman, dengan menambahkan pupuk organik pada media
tanam. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung dari besarnya media yang digunakan, kira-kira 1/5 ukuran karung atau polybag yang digunakan.
Pemupukan bisa diberikan 3 kali selama umur tanaman.
Pembumbunan lebih baik bila dilakukan secara berkala yaitu di saat ada pertumbuhan rimpang jahe baru yang muncul di dekat permukaan
tanah. Timbun rimpang yang muncul ke permukaan menggunakan media yang telah disiapkan dengan ketebalan sekitar 5 cm.
e. Pengendalian Hama dan Penyakit
Sebenarnya kasus serangan hama dan penyakit yang serius pada tanaman Jahe jarang terdengar. Namun akan lebih baik jika kita mengetahui
dan mengantisipasi hal tersebut.
Hama yang sering menyerang tanaman Jahe adalah belalang dan ulat yang memakan daun terutama daun muda. Untuk pengendaliannya, kita
bisa menggunakan beberapa cara yaitu:
1. Cara mekanis, dengan memeriksa tanaman dan membunuh hama terutama ulat yang sering memakan daun, atau dengan menggunakan
perangkap serangga berupa plastik berwarna cerah (kuning atau merah) yang dipasang dengan bambu dan diolesi lem.
2. Cara kimiawi, dengan menyemprotkan insektisida yang tepat untuk mengendalikan belalang dan ulat. Insektisida yang dianjurkan adalah
insektisida organik berbahan aktif tembakau atau yang lainnya.
3. Sedangkan penyakit yang mungkin bisa menyerang tanaman Jahe adalah penyakit Layu Bakteri dan Busuk Rimpang yang disebabkan oleh jamur.
Untuk mencegah penyakit tersebut, kesehatan benih dan sanitasi lingkungan pertanamanperlu diperhatikan. Pastikan benih merupakan benih
sehat dan berasal dari induk yang sehat. Lingkungan pertanaman juga perlu dijaga agar bersih dan tidak terlalu lembab atau tergenang air.
Untuk tanaman yang telah terserang penyakit, bisa disemprot dengan bakterisida atau fungisida, jika perlu dimusnahkan agar tidak menular ke
tanaman yang lain.
5. Memanen
Tanaman Jahe bisa dipanen setelah kira-kira 10 bulan. Tanaman yang sudah cukup tua dan siap panen akan melewati masa mengering, di
mana daun dan batangnya berubah menjadi kuning dan mengering. Pemanenan Jahe dari media karung dan polybag cukup mudah karena tidak
perlu menggali dengan susah payah. Kita cukup menggali dengan cetok dan membuka karung atau polybag yang sudah mulai lapuk. Angkat rimpang
Jahe dengan hati-hati agar tidak rusak, bersihkan dari tanah dan kotoran yang menempel, dan jika perlu cuci dengan air bersih. Satu rumpun
tanaman Jahe dalam 1 media tanam karung ukuran 50 kg, bisa menghasilkan rimpang Jahe segar 2 hingga 5 kg.
Untuk sedikit gambaran schedulu kegiatan adalah seperti di bawah.
Sementara untuk Analisa Usaha Taninya akan menyusul ya...
Jazakhalloh buat semua sumber
Referensi :
http://ayogardening.blogspot.com/2013/05/cara-menanam-jahe-dalam-pot-cara.html
http://balittro.litbang.deptan.go.id/ind/index.php/latest-news/234-inovasi-budidaya-tanaman jahe-sistem-bag-culture-budidaya-dalam-karung
http://budidayajahemerah.blogspot.com/2013/04/budidaya-jahe-merah-dalam-polybag.html
http://blkpklampok.wordpress.com/2013/05/07/budidaya-jahe-merah-dalam-karung-atau-polybag/
http://indotanam.blogspot.com/2013/01/cara-budidaya-tanaman-jahe.html#.UjmsrJgt09I
http://jahehcs.blogspot.com/
http://jahemerahamanahsuper.blogspot.com/2012/10/cara-budidaya-jahe-dalam-keranjang.html
halam aslinya http://yysalishlah.blogspot.com/2013/09/budi-daya-tanaman-jahe-di-dalam-pot_19.html?m=1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ndaut

Ndaut, adalah istilah wong sidakaya untuk kegiatan mencabut benih padi daru persemaian, untuk ditanam dilahan yang sudah siap untuk ditanami, serta umur bibit dirasa cukup. Kegiatan Ndaut ini menjadi pemamdangan yang menarik di desa kami ketika musim tanam. Ndaut dilakukan oleh para laki-laki. Sistem kerjanya pada umumnya adalah borongan, pembayaran kerjanya di hitung berdasarkan banyaknya benih padi yang di ikat. Harga perikat umumnya Rp 350 hingga Rp 500 /ikat. Adapun kerja dengan sistem harian di mualai dari jam 07:00 sampai 13:30 upah sebesar kurang lebih Rp 50.000

Renungan Buat Sang Istri

Wahai sang istri... Apakah akan membahayakan dirimu, kalu anda menemui suamimu dengan wajah yang berseri, dihiasi dengan  dengan senyum yang manis disaat dia masuk rumah? Apakah memberatkanmu, apa bila anda menghapus debu dari wajahnya, kepala, baju, serta pipinya?!! Apakah anda akan merasa sulit, jika anda menunggu sejenak disaat dia memasuki rumah, dan tetap berdiri sampai dia duduk.!!!   Mungkin tidak akan menyulitkanmu, jika anda berkata pada suami " Alhamdulillah atas keselamatan Kanda, kami sangat rindu kedatanganmu, selamat datang kekasihku "     Berdandandanlah untuk suamimu -harapkanlah pahala dari Allah di waktu anda berdandan itu, karena Allah itu indah dan mencintai keindahan- pakailah parfum, dan bermake up-lah, serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu. Hindarilah bermuka masam dan cemberut. Janganlah anda mendengar dan menghiraukan perusak ataupun pengacau yang akan mengganggu keharmonisanmu dengan suamimu. Jangan selal...

Kenali Jerawat dan Cara Mengatasinya

Jerawat menjadi masalah utama bagi banyak orang diseluruh dunia ini. karena jerawat dapat menurunkan rasa percaya diri serta mengganggu penampilan. Meski banyak cara telah dilakukan, ternyata jerawat susah untuk disingkirkan, lalu apa yag harus kita lakukan untuk mengatasinya?. karena jerawat memiliki banyak jenisnya. Maka setiap jenis jerawat memiliki penanganan yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa jenis jerawat yang pada laman Reader's Diggest telah dirangkum menjadi 10 jenis jerawat 1.whitehead whiterhead adalah jenis jerawat yang mudah dikenal, papar Dokter kulit jol Schalessinger jenis jerawat ini terjadi ketika lapisan tipis kulit menutupi pori-pori dengan sel kulit mati atau kotoran, menciptakan gumpalan bulat putih pada kulit Jerawat jenis ini disebabkan oleh banyak faktor. Namun yang paling umum adalah oleh minyak dan sel kulit mati, dan perubahan hormonal.  Schalessinger mengatakan ''Jangan sampai mencoba menyingkirkan jerawat jenis...