Mendidik Remaja
Tahapan paling sulit dalam perkembangan hidupnya adalah masa remaja ( Murohaqoh atau Adolescence ). Pada fase ini seseorang akan mengalamai banyak perubahan secara fisik dan kejiwaannya. Yang akan berpengaruh pada pada tingkat emosi dan kejiwaan sehingga banyak remaja yang banyak mengalami kebingungan dan mudah untuk melakukan penyimpangan serta pelanggaran norma dan aturan yang berlaku. Para ilmuan masih berselisih pendapat tentang batasan akhir usia dalam fase remaja. Namun semua sepakat bahwa masa remaja di mulai ketika seseorang secara fisik telah memasiki baligh.
Masalah yang banyak muncul pada usia remaja diantaranya adalah ketidak pedulian mereka terhadap agama, perkelahian, pergaulan bebas, kriminalitas, penggunan obat-obatan terlarang dan ketidak harmonisan hubungan dengan keluarga yang menyebabkan terjadinya broken home . Hal lain yang dialami remaja adalah kebiasan mereka menghabiskan waktu tenggelam dalam angan-angan dan hayalan yang jauh dengan kenyataan, mulai merasa kecendrungan ketika melihat lawan jenis, mudah sedih, putus asa, serta mudah mengikuti ( taklid buta) terhadap berbagai budaya dan perilaku baru tanpa berpikir dampak baik buruknya.
Berbagai penyimpangan perilaku pada remaja merupakan dampak dari kurangnya perhatian, kasih sayang, bimbingan dan pendidiikan yang dibrtikan dirumah, sekolah maupun lingkungan. Disamping itu kurangnya penunahan kebutuhan dan kecendrungan para remaja serta tidak adanya pengaturan yang baik dalam memanfaatkan waktu-waktu kosong menjadi penyebab lain nunculnya berbagai penyimpangan tersebut. Secara umum ada empat faktor yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian remaja. Faktor-Faktor tersebut adalah :
1. Lingkungan Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk kepribadian seseorang dan membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan.
. Hal ini disebabkan keluarga merupakan lembaga pertama yang memberikan pendidikan dan arahan kepada pribadi seseorang, yaitu dimulai sejak awal kelahiranya yang di sebut dengan marhalah thufulah ( fase kanak-kanak). Fase ini yang sangat penting karena ia merupakan masa pembentukan dan peletekan dasar-dasar kepribadian pada diri seseorang
Orang tua dalam hal ini memiliki peranan yang besar dalam pembentukan kepribadian, mereka dapat membentuk pribadi seseorang anak sesuai dengan mereka kehendaki melalui perlakuan pendididikan yang mereka berikan semenjak kecil. Untu itu Rasulullah bersabda:
"Seseorang akan menanggung dosa apabila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggunganya" ( HR. Hakim No.1515).
Seorang bapak adalah penanggung jawab dalam keluarga sekaligus berperan sebagai pendidik yang kesemuanya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.
Telah banyak dibahas oleh para ilmuan bahwasanya terdapat hubungannya yang kuat antara penyimpangan yang terjadi dikalangan remaja dengan perilaku orang tua, sebagaimana juga terdapat hubungan erat antara cara-cara perlakuan yang diberikan orang tua baik yang bersifat sosial maupun kejiwaan terhadap penyimpangan yang terjadi dikalangan remaja. Karenanya pendidikan yang salah diberikan orang tua akan memberikan saham terhadap terjadinya perilaku negatif pada remaja. Bentuk-bentuk perlakuan seperti, sikap kasar, pengekangan yang terlalu berlebihan dan pengabaian terhadap kebutuhan-kebutuhan remaja, menjadi penyebab timbulnya berbagai penyimpangan.
2. Lingkungan Sekolah
Setelah kluarga, sekolah merupakan lembaga yang memiliki pengaruh besar terhadap pendidikan dan perkembangan pribadi seseorang. Di sekolah remaja akan berinteraksi dengan teman-teman dan lingkunganya, mendapatkan berbagai informasi dari guru dan pembimbingnya, serta terlibat berbagai kegiatan yang di selenggarakan di dalam atau di luar sekolah. Secara perlahan namun pasti berbagai interaksu ini akan membentuk cara pandang dan perilaku seorang remaja. Karenanya pemilahn sekolah yang baik menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan para orang tua dalam menjaga dan mengarahkan perilaku anak-anak mereka yang telah memasuki usia remaja.
Sekolah takhanya sekedar tempat mendapatkan ilmu-ilmu pengetahuan umum tetapi harusjuga berfungsi sebagai tempat pembinaan aqidah, serta penumbuhan nilai-nila positif pada setiap diri siswa. Namun pada kenyataanya, maraknya perkelahian antar pelajar, meluasnya pergaulan bebas, dan penggunaan obat-obatan terlarang menjadi bukti kegagalan system pendidikan yang diterapkan saat ini serta tidak berjalanya fungsi sekolah sebagai media pembinaan pribadi.
3. Teman
Rasulullah SAW bersabda :
"Dari Abi Hurairah ia berkata, Rasulullah bersabda: " Seseorang tergantung pada agama temanya, maka hendaklah setiap kamu memperhatikan dengan siapa dia berteman" ( HR. Abu Daud No. 2378)
Hadist diatas dengan tegas menjelaskan pengaru teman dalam kehidupan seseorang dan perintah untuk berhati-hati dalam memilih teman. Bagi seorang remaja, teman akan menjadi orang yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Pada usianya, seorang remaja akan lebih dekat dan percaya kepada temanya dibanding dengan orang tuanya. Ia akan mudah menyampaikan keluh kesah dan masalah-masalah pribadi yang dihadapi. Beruntunglah apabila ia mendaptkan teman yang baik dan sholihah yang akan mengajak kepada kebaikan. Namun sebaliknya, seseorang remaja akan terjrumus dalam prilaku negatif apabila ia hidup bersama teman yang buruk.
Banyak orang tua terkejut dan terperanjat ketika mengetahui anak mereka yang dirumah dikenal baik, pendiam, dan patuh, ternyata memiliki perangai buruk di luar rumah. Hal ini seharusnya tidak terjadi kalau orang tua sejak awal menyadari akan besarnya pengaruh teman pada pembentukan kepribbadian anak mereka dan berusaha membantu memberikan arahan kepada anak-anaknya dalam memilih teman.
4. Media Massa
Keberadaa media massa, baik media cetak, ataupun media elektronik memiliki pengaruh serta bahaya yang sangat besar dan bahaya pada remaja. Media massa yang bebas nilai yang tersebar dimasyarakat dapat diakses oleh siapa saja, telah memberikan pengaruh yang sangat kuat dan penanaman nilai-nilai dan pembentukan prilaku para remaja mualim
Televisi misalnya, dengan berbagai program tayangan yang mengekspos budaya Barat telah memalingkan perhatian para remaja dari agama dan perjuangan Islam kepada pemenuhan hawa nafsu dan ketertarikan mereka terhadap gaya hidup Barat yang jauh dari nilai-nilai Islam. Demikian pula pengaruh media cetak seperti buku, tabloid, dan majalah telah berandil besar membentuk gaya hidup sebagian besar remaja Islam saatini.
Untuk mengatasi berbagai masalah diatas maka orang tua dan pendidik harus tahu dan memahami dengan baik berbagai karakteristik fase perkembangan pada usia remaja serta masalah-masalah yang muncul disekitarnya, sehingga dapat memberikan solusi terbaik dan dapat mengarahkan pada hal-hal positif.
Banyak orang tua beranggapan ilmu umum dan ilmu agama adalah sesuatu yang terpisah dan antara keduanya terdapat perbedaan. Pemahaman seperti ini merupakan sebuah kekeliruan, karena didalam Islam terdapat keterikatan erat antara kehidupan akhirat dan keduanya tidak dapat di pisahkan
Cara pandang yang salah terhadap pembagian ilmu ini berakibatkan banyak orang tua yang menyekolahkan anak-anaknya untuk mendapatkan ilmu-ilmu umum sebagai bekal kehidupan mereka, di masa yang akan datang , namum pada saat yang sama mereka mengabaikan ilmu-ilmu syar'i (agama). Padahal ilmu agama merupakan dasar dan acuan yang memberikan arahan yang benar dan lurus terhadap ilmu-ilmu umum yang menjadikan bermanfaat bagi kehidupan manusia dan jauh dari penyimpangan serta dosa.
Semoga Allah menjaga para remaja kita dan seluruh pemuda islam dan Allah menunjukan kepada mereka kepada jalan kebaikan, jalan yang Allah ridhoi
Qurtifa Wijaya
Dikutip dan pengubahan seperlunya : Majalah Dakwah No.4/ Th.II/Oktober 2002 M/ Rajab 1423 H"
Komentar
Posting Komentar